Diberdayakan oleh Blogger.
RSS


aku ini lucu, pelupa tapi tidak pernah mudah melupakanmu 

Aku bisa saja berpura-pura tidak melihatmu, mengalihkan pandangan dan berjalan memunggungimu. Tidak perlu saling menyapa, tidak perlu melihat senyummu yang selalu kurindukan itu, dan tidak perlu menenangkan hatiku yang sering menendang-nendang hanya karena mataku mengganggapmu masih ceria seperti dulu. Masalahnya, hal itu tetap tidak bisa menutupi kalau sebenarnya aku rindu.
Dan kemudian, kalau pun aku sudah mulai nyaris lupa, bisa saja kau menyapaku lg dgn memanggilku ‘sombong’. Ah, Tuhan pasti sedang bercanda. Tapi sungguh, aku benar-benar ingin lupa. Lupa seperti lupanya orang amnesia. Dan aku benar-benar berusaha keras untuk itu. Dan di masa-masa aku benar-benar ingin lupa itu, ada kamu di depanku adalah halusinasi terbaikku. Mungkin rindu bisa menggagalkan lupa, sampai dia bisa mendatangkanmu di depanku meski aku sedang berusaha amnesia. Nah, jadi, kalau saja ada momen-momen tertentu dimana telingamu berbunyi, barangkali itulah momen dimana aku sedang berada pada halusinasi terbaikku, membayangkanmu.
Pelan-pelan aku berhenti mencari tahu tentangmu. Pelan-pelan aku akan menikmati apa yang ada di depanku, orang-orangnya, tawanya, kebersamaannya, semuanya. Seperti itu. Dan pada suatu ketika juga, meski aku bertemu denganmu lagi nanti, ketika itu, mungkin aku sudah tidak menyukaimu seperti dulu. Tapi nanti. Nanti.
Atau aku pernah berpikir bahwa bahagia itu sederhana, kamu. Tidak perlu kalimat indah yang perlu dilanjutkan di sana untuk menjelaskan itu. Kamu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar